Simulasi Hardware
Masukkan parameter untuk simulasi hardware (Input, Loss, dan Output)
Tentang Simulasi Hardware
Transmitter (Tx) Input
Ini adalah bagian di mana Anda akan memasukkan parameter yang berkaitan dengan sumber sinyal atau pemancar. Ini termasuk frekuensi operasional dan daya input awal yang dihasilkan oleh pemancar.
- Frekuensi Uplink: Rentang frekuensi sinyal uplink yang akan disimulasikan.
- Frekuensi Downlink: Rentang frekuensi sinyal downlink yang akan disimulasikan.
- Daya Input (dBm): Daya awal sinyal yang dihasilkan, diukur dalam dBm (decibel-milliwatt). Ini adalah input utama untuk perhitungan daya yang diterima.
FSL/Loss (Input)
Bagian ini digunakan untuk memasukkan semua jenis kehilangan daya yang mungkin terjadi pada jalur transmisi. Ini adalah faktor-faktor yang akan mengurangi kekuatan sinyal dari pemancar hingga penerima.
- Total Loss Uplink (dB): Representasi total kehilangan daya pada jalur uplink (dari terminal ke satelit).
- Total Loss Downlink (dB): Representasi total kehilangan daya pada jalur downlink (dari satelit ke terminal).
Receiver (Rx) Output
Ini adalah bagian output yang menunjukkan hasil simulasi, yaitu daya sinyal yang diterima setelah semua kehilangan diperhitungkan.
- Daya yang diterima Uplink (dBm): Daya sinyal akhir yang berhasil sampai ke penerima pada jalur uplink.
- Daya yang diterima Downlink (dBm): Daya sinyal akhir yang berhasil sampai ke penerima pada jalur downlink.
Catatan Penggunaan
Untuk melihat rumus dan penjelasan detail dari setiap perhitungan spesifik, silakan klik tombol "Lihat Detail" yang tersedia di samping setiap kolom hasil.
Detail Frekuensi Uplink
Nilai Frekuensi Uplink ($f_{uplink}$) diambil dari input "Frekuensi Uplink" pada halaman "Frekuensi".
Notasi Matematis:
$f_{uplink} = \text{Frekuensi dalam MHz}$
Dimana:
• $f_{uplink}$ = Frekuensi sinyal uplink dalam MHz
• MHz = Megahertz ($10^6$ Hz)
Penjelasan:
Frekuensi Uplink adalah frekuensi sinyal yang digunakan untuk transmisi dari stasiun bumi ke satelit. Ini adalah parameter dasar yang mempengaruhi perhitungan *path loss* dan desain antena.
Detail Frekuensi Downlink
Nilai Frekuensi Downlink ($f_{downlink}$) diambil dari input "Frekuensi Downlink" pada halaman "Frekuensi".
Notasi Matematis:
$f_{downlink} = \text{Frekuensi dalam MHz}$
Dimana:
• $f_{downlink}$ = Frekuensi sinyal downlink dalam MHz
• MHz = Megahertz ($10^6$ Hz)
Penjelasan:
Frekuensi Downlink adalah frekuensi sinyal yang digunakan untuk transmisi dari satelit ke stasiun bumi. Sama seperti uplink, ini adalah parameter dasar yang mempengaruhi perhitungan *path loss* dan desain antena.
Detail Daya Input (dBm)
$P_{dBm} \text{ (Input Langsung)}$ Dimana:
$P_{dBm}$ = Daya dalam desibel-milliwatt yang dimasukkan
Penjelasan:
dBmadalah satuan ukuran daya yang dinyatakan dalam desibel (dB) relatif terhadap 1 milliwatt (mW). Ini umumnya digunakan untuk mengukur daya sinyal dalam komunikasi nirkabel dan serat optik. Anda dapat memasukkan nilai dBm secara langsung.
Detail Total Loss Uplink (dB)
Nilai Total Loss Uplink ($L_{total\_uplink}$) diambil dari perhitungan pada halaman "Frekuensi" yang mencakup Free Space Loss dan semua komponen kehilangan lainnya.
Penjelasan:
Total Loss Uplink adalah akumulasi semua kehilangan daya sinyal yang terjadi selama transmisi dari terminal pengirim ke satelit. Nilai ini dihitung secara komprehensif pada halaman "Frekuensi" dan mencakup berbagai komponen kehilangan yang mempengaruhi kualitas sinyal uplink.
Detail Total Loss Downlink (dB)
Nilai Total Loss Downlink ($L_{total\_downlink}$) diambil dari perhitungan pada halaman "Frekuensi" yang mencakup Free Space Loss dan semua komponen kehilangan lainnya.
Penjelasan:
Total Loss Downlink adalah akumulasi semua kehilangan daya sinyal yang terjadi selama transmisi dari satelit ke terminal penerima. Nilai ini dihitung secara komprehensif pada halaman "Frekuensi" dan mencakup berbagai komponen kehilangan yang mempengaruhi kualitas sinyal downlink.
Detail Daya yang Diterima Uplink (dBm)
$P_{Rx\_Uplink\_dBm} = P_{Tx\_dBm} - L_{Total\_Uplink}$
Dimana:
• $P_{Rx\_Uplink\_dBm}$ = Daya yang diterima Uplink dalam dBm
• $P_{Tx\_dBm}$ = Daya Input Transmitter dalam dBm
• $L_{Total\_Uplink}$ = Total Loss Uplink dalam dB
(Catatan: Hasil dalam dBm karena dBm - dB = dBm)
Penjelasan:
Daya yang diterima pada jalur uplink dihitung dengan mengurangkan total loss uplink dari daya input transmitter uplink. Karena daya input uplink dalam dBm dikurangi dengan loss dalam dB, hasilnya akan dalam satuan dBm. Ini sesuai dengan prinsip bahwa dBm - dB = dBm.
Detail Daya yang Diterima Downlink (dBm)
$P_{Rx\_Downlink\_dBm} = P_{Tx\_dBm} - L_{Total\_Downlink}$
Dimana:
• $P_{Rx\_Downlink\_dBm}$ = Daya yang diterima Downlink dalam dBm
• $P_{Tx\_dBm}$ = Daya Input Transmitter dalam dBm
• $L_{Total\_Downlink}$ = Total Loss Downlink dalam dB
(Catatan: Hasil dalam dBm karena dBm - dB = dBm)
Penjelasan:
Daya yang diterima pada jalur downlink dihitung dengan mengurangkan total loss downlink dari daya input transmitter downlink. Karena daya input downlink dalam dBm dikurangi dengan loss dalam dB, hasilnya akan dalam satuan dBm. Ini sesuai dengan prinsip bahwa dBm - dB = dBm.